Komisi D Minta Atlet Kepulauan Sumenep Diperlakukan Setara
- Mohammad -
- 20 Aug, 2026
SUMENEP I MaduraNetwork.id - Pemerataan pembinaan olahraga di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan. Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) diminta memastikan atlet potensial dari wilayah kepulauan memperoleh kesempatan yang sama dalam seleksi dan pembinaan.
Permintaan tersebut disampaikan Komisi IV DPRD
Sumenep kepada organisasi perangkat daerah yang membidangi olahraga. Persoalan
akses pembinaan dinilai penting karena sebagian wilayah Sumenep berada di
kepulauan dengan tantangan geografis dan akses yang berbeda dibandingkan
wilayah daratan.
Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Mulyadi
mengatakan, asal wilayah tidak boleh menjadi pertimbangan untuk membatasi
kesempatan seorang atlet. Menurut dia, atlet yang memiliki kemampuan dan
potensi prestasi harus mendapatkan ruang yang sama untuk berkembang.
“Kalau atlet dari kepulauan yang potensial itu
harus dilibatkan. Tidak boleh kemudian memilah-milih atlet karena kepulauan,
karena apa pun ceritanya kepulauan itu adalah Sumenep,” kata Mulyadi kepada
Bangsapedia.com, Kamis (20/8/2026).
Mulyadi mengatakan, atlet dari seluruh wilayah
Kabupaten Sumenep memiliki hak yang sama untuk memperoleh pembinaan. Prestasi
dan kemampuan, bukan lokasi tempat tinggal, semestinya menjadi dasar dalam
menentukan atlet yang masuk dalam program pembinaan maupun seleksi.
Menurut dia, persoalan atlet kepulauan tersebut
telah dibicarakan dengan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan
Pariwisata (Disparbudporapar) Sumenep. Pembahasan itu diharapkan tidak berhenti
pada kebijakan administratif, tetapi diwujudkan dalam mekanisme pembinaan yang
benar-benar terbuka.
“Bahkan, secara tegas hal ini sudah kami
bicarakan dengan Disparbudporapar terkait masalah atlet yang berasal dari
kepulauan,” ujarnya.
Tantangan pemerataan pembinaan menjadi lebih
kompleks karena wilayah Sumenep mencakup sejumlah pulau. Jarak, biaya
transportasi, serta keterbatasan akses terhadap fasilitas latihan dapat menjadi
hambatan tambahan bagi atlet yang tinggal di kepulauan.
Karena itu, menurut Mulyadi, pemerintah daerah
dan KONI perlu memastikan mekanisme pencarian bakat tidak hanya berpusat di
wilayah daratan. Sistem seleksi yang aktif menjangkau kepulauan diperlukan agar
atlet potensial tidak kehilangan kesempatan hanya karena persoalan geografis.
“Yang terpenting bukan masalah dari daratan
atau kepulauan, tetapi lebih kepada kemampuan dan skill atlet itu sendiri,”
katanya.
Pemerataan tersebut juga penting untuk
kepentingan prestasi daerah. Semakin luas pencarian bibit atlet dilakukan,
semakin besar peluang Sumenep menemukan talenta yang dapat bersaing dalam
kejuaraan tingkat regional maupun nasional.
Politisi Demokrat ini berharap seluruh pihak
yang terlibat dalam pembinaan olahraga menjadikan kemampuan atlet sebagai
ukuran utama. Ia mengingatkan agar tidak ada perlakuan berbeda terhadap atlet
berdasarkan asal wilayah.
Bagi Sumenep, persoalan pembinaan atlet kepulauan
bukan sekadar masalah olahraga. Kebijakan tersebut sekaligus menjadi ujian
apakah pembangunan sumber daya manusia telah benar-benar menjangkau seluruh
wilayah, termasuk masyarakat yang tinggal di pulau-pulau.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

